Lewati navigasi

Image

Triple ‘i’: ikhlas, ihsan, itqan

ikhlas : hanya mengharap ridha Allah.

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”. [Muttafaq ‘Alaih]

ihsan : melakukan yang terbaik.

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan terhadap segala sesuatu. Maka jika kalian membunuh, maka bunuhlah dengan cara yang baik. Dan jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan cara yang baik. Hendaknya seseorang dari kalian menajamkan pisaunya dan tidak menyiksa sembelihannya.” (HR. Muslim)

itqan : professional.

 “Sesungguhnya Allah SWT mencintai jika seorang dari kalian bekerja, maka ia itqân (profesional) dalam pekerjaannya” (HR Baihaqi).

Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir r.a,

”Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka, barang siapa yang takut terhadap syubhat, berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan barang siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya di sekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa dia adalah hati’”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadist Arba’in Nawawi No. 6 Halal, Haram, dan Syubhat

Tarbiyah itu:

Ishlahu Syai’, Hafizhuhu, Wa Ri’ayatuhu [Memperbaiki Sesuatu, Menjaganya, dan Meningkatkannya].

Ramadhan sering disebut sebagai bulan tarbiyah atau bulan pendidikan, karenanya setelah kita melewati proses Ramadhan, seharusnya kita juga merasakan proses pendidikan, proses tarbiyah itu. Mari kita introspeksi diri kembali apakah setelah melewati bulan tarbiyah Ramadhan, ada sesuatu dalam diri kita yang mengalami perbaikan, apakah sudah istiqomah, sudah menjaga kebaikan-kebaikan di bulan Ramadhan, dan apakah sudah ada peningkatan dalam hal ini peningkatan ketaqwaan dalam diri kita.

Feedback Controller 5 Syawal 1432H